Tuesday, 22 December 2015

LARANGAN KETIKA WANITA SEDANG HAID

AMALAN YANG DILARANG UNTUK DIKERJAKAN BAGI WANITA YANG SEDANG MENJALANI MASA HAID

Haid/ menstruasi adalah kodrati setiap wanita. Oleh karena itu dalam agama Islam beberapa amalan yang dilarang untuk dikerjakan oleh wanita ketika sedang menjalani masa haid/ menstruasi. Amalan-amalan tersebut adalah sebagai berikut:

1.    Shalat
Wanita yang sedang menjalani masa haid dilarang untuk mengerjakan shalat. Hal ini didasarkan pada hadits dari Rasullah:
Apabila datang masa haidmu, maka tinggalkanlah shalat.” (HR. Muttafaqun Alaih)

2.    Puasa
Wanita yang sedang haid, tidak diperkenankan untuk menjalankan ibadah puasa. Hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah:
Bukanlah salah seorang di antara mereka (kaum wanita) apabila menjalani masa haid tidak mengerjakan shalat dan tidak mengerjakan shalat dan tidak pula berpuasa?. Para sahabar wanita menjawab: Benar.” (HR. Al-Bukhari)

3.    Membaca Al-Quran
Bagi Wanita yang sedang menjalani masa haid diperbolehkan membaca Al-Quran, akan tetapi tidak boleh menyentuh mushafnya.

4.    Menyentuh Al-Quran
Diharamkan bagi wanita yang sedang haid menyentuh Al-Quran. Hal ini didasarkan pada firman Allah:
tidak menyentuhya (Al-Quran), kecuali hamba-hamba yang disucikan.” (Al-Waqiah: 79)
Juga sabda Rasulullah:
“ Janganlah kamu menyentuh Al-Quran kecuali dalam keadaan suci.” (HR. Al-Atsram)

5.    Berdiam Diri dalam Masjid
Wanita yang sedang menjalani masa haid tidak boleh berdiam diri di dalam masjid, dan diperbolehkan jika hanya sekedar berlalu saja.

6.    Thawaf
Wanita Muslimah juga diharamkan melakukan thawaf jika sedang menjalani masa haid. Sebagaimana Sabda Nabi kepada Aisyah:
“Kerjakanlah sebagaimana orang yang menjalankan ibadah haji, kecuali kamu tidak boleh melakukan thawaf di ka’bah, sehingga kamu benar-benar dalam keadaan suci.” (Muttafaqun Alaih)

7.    Berhubungan Badan
Seorang istri yang sedang menjalani masa haid tidak diperkenankan bersetubuh selama hari-hari menjalani masa haidnya. Sebagaimana firman Allah:
Karena itu, hendaklah kalian menjauhkan diri dari mereka pada waktu haid dan janganlah kalian mendekati mereka, sebelum mereka benar-benar suci.”(Al-Baqarah: 222)

8.    Thalak
Menthalak istri yang sedang haid hukumnya haram. Karena pelaksanaan thalak semacam ini disebut sebagai thalak bid’ah.

9.    Iddah dengan perhitungan bulan
Allah berfirman
Hendaklah istri-istri yang dithalak dapat menahan diri (menunggu) selama tiga kali quru.” (Al-Baqarah: 228)

10.Apabila darah haid berhenti, diperbolehkan bagi wanita Muslimah mengerjakan sholat dan puasa. Akan tetapi, tidak diperbolehkan terhadap selain dari keduanya kecuali setelah mandi
Secara umum dapat dikatakan, bahwa jika darah haid seorang wanita Muslimah telah berhenti dan belum melaksanakan mandi, maka tidak berlaku baginya empat hukum yang berkenaan dengan haid, yaitu:
a.       Terhapusnya kewajiban shalat, karena pada saat itu masa haid masih berlangsung
b.       Adanya halangan yang disebabkan oleh tidak sahnya thaharah, karena haid
c.       Larangan mengerjakan puasa
d.       Diperbolehkannya thalak

11.Diperbolehkan bercumbu dengan istri yang sedang haid, akan tetapi tidak boleh bersetubuh dengannya
Bercumbu dengan istri yang sedang haid pada baian-bagian di atas pusar dan di bawah lutut tetap diperbolehkan. Sedangkan bersenggama dengan mereka sama sekali diharamkan

12.Kafarat bagi istri yang haid yang disetubuhi suaminya

13.Wanita hamil tidak mengalami masa haid
Apabila wanita yang sedang hamil mengeluarkan darah, maka berarti itu merupakan darah kotor dan bukan darah haid.

14.Istri pada masa mengalami istihadhah yang disetubuhi suaminya

15.Apabila seorang wanita lupa atas hari haidnya
Apabila seorang wanita tidak ingat jumlah hari haidnya, maka ia boleh mandi setelah enam atau tujuh hari dan selanjutnya boleh mengerjakan shalat serta puasa.

16.Menjama’ antara dua shalat

17.Usia minimal keluarnya darah haid
Usia terendah bagi wanita untuk menjalani masa haid adalah sembilan tahun. Oleh karena itu, apabila ada seorang wanita yang mengeluarkan darah melalui kemaluannya sebelum usia tersebut, maka itu bukan darah haid.

18.Usia maksimal keluarnya darah haid
Usia maksimal keluarnya darah haid bagi wanita adalah lima puluh tahun.
(dikutip dari buku Fiqih wanita, Syaikh kamil Muhammad Uwaidah

)



No comments:

Post a Comment